Company profile
Magdalena Coffee dinamai dari nenek pendiri kami, yang setiap pagi menyeduh kopi tubruk untuk seisi rumah. Kebiasaan itu jadi standar kami: kopi bukan buru-buru, tapi ritual harian yang layak dibuat enak.
Kami membeli green bean langsung dari petani mitra di Gayo, Aceh dan Kintamani, Bali, dengan harga di atas harga pasar. Setiap batch dipanggang maksimal 5 kg agar profil rasanya bisa dikontrol, lalu ditandai tanggal roasting supaya kamu tahu persis usia kopimu.
Di kedai, barista mengalibrasi espresso dua kali sehari dan mencatat setiap resep seduh. Kalau ada gelas yang tidak sesuai standar, kami ganti tanpa ditanya.

Perjalanan
- 2018Roasting 1 kg pertama di garasi keluarga di Bintaro.
- 2020Buka kedai kecil 24 kursi di Jl. Cendana Raya.
- 2022Mulai memasok biji ke 12 kafe mitra di Jabodetabek.
- 2025Kelas seduh manual mingguan untuk pelanggan tetap.
Transparan
Harga, origin, dan tanggal roasting selalu ditulis di kantong.
Konsisten
Resep seduh terdokumentasi, bukan tebak-tebakan.
Ramah
Kedai untuk kerja, ngobrol, atau sekadar duduk sendiri.


